Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shomadiyah

SHOMADIYAH

 KEDUDUKAN MANUSIA DI HADAPAN TUHAN Assalamu'alaikum wr wb Bismillahir rohmaanir rohiim KETERGANTUNGAN MAHLUK TERHADAP KHALIK Mahluk pada dasarnya tidak ada. Jika kemudian jadi tampak ada sebab dibuat ada oleh yang meng_Ada_kan. Antara sang pencipta dengan ciptaan tidak ada jurang pemisah.  Sehingga ketergantungan mahluk kepada tuhan / kholiq merupakan sebuah kenyataan yang tidak mungkin dihindarkan ( SHOMADIYAH ) Bentuk ketergantungan mahluk kepada kholiq ( SHOMADIYAH ) dipraktekkan dalam bentuk permohonan/ Do'a. Ketika manusia memasuki alam Shomadiyah, maka ketika itulah manusia tidak akan berhenti memohon/berdo'a kepada tuhannya. Tidak ada waktu selain berdo'a.  Dia menyadari akan kebergantungannya kepada tuhannya.  Dia akan senantiasa lunglai di hadapan tuhannya.  Dia menyadari tiada daya maupun upaya di hadapan tuhannya.  Dia menerapkan betul bahwa # LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH. Tiada daya upaya kecuali Alloh Wassalamu'alaikum wr wb

SIFAT BUTUH

MANUSIA TUNDUK KEPADA SIFAT BUTUH Bismillahir rohmaanir rohiim Assalamu'alaikum wr wb Allah Azza wa jalla, hadir dipermukaan langit dan bumi dalam wujud sifat ( asmaul husna). Yang pada hakikatnya, tidak ada sifat tanpa keberadaan Dzat Allah itu sendiri. Keberadaan langit dan bumi baik yang tampak atau yang samar merupakan perbuatan dari sifat Allah dalam wujut Nur. Sebagian manusia yang diberi iman Dzaukiyah apalagi iman Musyahadah, baik secara Qoblahu, Ba'dahu terutama Halan, akan diberi bisa menyaksikan kehadiran Allah dalam segala sesuatu termasuk pada dirinya sendiri.  Sehingga dia tidak menyaksikan dirinya sendiri alias mahluk tidak menjadi acara baginya termasuk manusia itu sendiri. Hanya Allah yang wujud. Selain Allah tidak ada. ( Laa Maujuda Illalloh menjadi manifastasi dari Laa ilaaha Illalloh muhammadur rosululloh). Selain keadaan kesadaran tersebut, manusia senantiasa dalam keadaan syirik. Manusia itu mau mengakui atau tidak, sudah diciptakan dalam keadaan...