KEDUDUKAN DAN KEBERADAAN GURU ROHANI
WAHIDIYAH DAN AJARANNYA
DALIL GURU ROHANI
Assalamu ‘alaikum wr wb
Bismillahir rohmaanir rohiim
DALIL AQLI :
SEGALA URUSAN KEHIDUPAN MEMBUTUHKAN
BIMBINGAN
SETIAP BIMBINGAN , TENTU ADA
PEMBIMBINGNYA. TANPA SEORANG PEMBIMBING,
HIDUP KITA MERABA RABA TANPA ARAH.
Manusia secara umum membutuhkan
bimbingan , membutuhkan arahan , membutuhkan tuntunan . Tanpa bimbingan manusia akan kebingungan apa yang harus
dikerjakan, baik urusan ke-Duniwi-an maupun urusan ke-Ukhrowi-an. Tidak akan ada
bimbingan tanpa adanya pembimbing. Maka , pembimbing utama dan pertama Hanya
Allah subhanahu wata’aalaa. Namun , pada
dasarnya tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkan bimbingan langsung dari
Allah SWT.
DALIL NAQLI
MBAH NABI ADAM ‘ALAIHIS SALAM DIAJARI
LANGSUNG OLEH ALLAH SWT
وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ ﴿البقرة:﴾ ٣١
Dan Dia Allah mengajarkan kepada Adam
nama nama seluruhnya , kemudian mengemukakan kepada para malaikat, maka Dia berfirman : “Terangkanlah kepada-Ku
nama semua itu jika kalian orang orang yang benar.
======
Ayat tersebut menunjukkan bahwa : Bimbingan langsung dari Allah , hanya
terjadi pada Mbah Adam AS ketika di Sorga . Mbah Adam yang pertama kali
dibimbing tentang nama nama yang kemudian harus mengajarkannya kepada Malaikat
. Maka, Guru pembimbing pertama tentunya Mbah Adam AS dan semua malaikat
diwajibkan berguru kepada Mbah Adam dan ini terjadi masih dalam sorga.
MBAH NABI ADAM DIPERINTAH MENJADI
GURU ROHANI PARA MALAIKAT
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ يٰۤـاٰدَمُ اَنْبِۢئْهُمْ بِاَ سْمَآئِهِمْ ۚ فَلَمَّاۤ اَنْۢبَاَ هُمْ بِاَ سْمَآئِهِمْ ۙ قَا لَ اَلَمْ اَقُلْ لَّـكُمْ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۙ وَاَ عْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ
qoola yaaa aadamu ambi-hum bi-asmaaa-ihim, fa lammaaa amba-ahum bi-asmaaa-ihim qoola a lam aqul lakum inniii a'lamu ghoibas-samaawaati wal-ardhi wa a'lamu maa tubduuna wa maa kungtum taktumuun
"Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 33)
======
MBAH NABI MUSA ‘ALAIHIS SALAM JUGA
BERGURU
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ لَهٗ مُوْسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰۤى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
qoola lahuu muusaa hal attabi'uka 'alaaa ang tu'allimani mimmaa 'ullimta rusydaa
"Musa berkata kepadanya
( Nabi Khidir)
"Bolehkah aku mengikutimu ( Berguru ) agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?""
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 66)
PARA NABI DAN ROSULPUN MASIH BERGURU.
Secara singkat , semua orang harus
berguru, Jika seseorang itu sebagai nabi , Maka gurunya juga seorang Nabi /
hamba Allah. Hanya saja Nabi yang dikenal sebanyak 25 Nabi itu dimaksudkan Nabi
yang sekaligus menjabat sebagai Rosul. Sebenarnya banyak nabi nabi yang tidak menjadi
rosul sebab tidak memiliki ummat .
Semoga kita menyadari akan kewajiban
kita berguru dalam rangka wushul kepada Allah. Tanpa seorang guru yang sudah menjadi
washilun maka kita tidak akan sampai kepada Allah SWT. Kita tidak akan hadir
dihadapan Allah. Dalam keterangan lain , Allah member pangkat para nabi dengan
sebutan , Hambaku , Kekasihku , yang secara umum Allah member pangkat sebagai
para Sholihin , para Muttaqiin , para Shodiqiin, Para Thawwabiin , yang
kesemuanya membenarkan ayat allah SWT.
Dari semua Nabi Allah juga memerintahkan
untuk berguru , kecuali Rosululloh SAW. Khusus Rosululloh SAW, tidak mendapat
perintah untuk berguru, itupun beliau SAW secara shufaro’ Allah masih
menggunakan malaikatnya untuk menurunkan wahyu.
Kenapa Rosululloh kita katakan tidak berguru kepada malaikat ?
sebab Wahyu yang sampai kepada Rosululloh, disampaikan secara shufaro’ .
Shufaro’ pertama yaitu malaikat Isrofil , Shufaro’ kedua malaikat Izroil ,
shufaro ketiga malaikat Mikail dan yang keempat adalah malaikat Jibril .
Sifatnya shufaro, tidak ubahnya sebagai tukang pos, tetapi secara syari’at
ketuhanan ( bukan syari’at islam ) tugas malaikat tersebut adalah membantu dan
mendampingi, dan di lain pihak juga sudah memiliki tugas tugas yang sudah
ditentukan oleh Allah SWT. Jadi tidak diberi tugas menyowankan ummat kepada
Allah. Begitu juga , tidak semua para nabi diberi tugas menyowankan ummat
kepada Alloh kecuali yang berpangkat Rosul . itupun dalam beberapa kitab ,
dijelaskan bahwa para rosul terdahulu tidak diberi pangkat sebagai pemnolong
SYAFA’ATUL UDZMA. Sebab hak Syafa’atul Udzma hanya ditugaskan kepada Rosululloh
SAW. Sebab begitu agung dan tingginya jabatan Rosululloh SAW , sehingga asma
beliau digandeng langsung dengan asma Allah yang dikodrat sebagai kesaksian
berupa dua kalimat syahadat.
BeDalam kesaksian kepada Alloh , semua nabi
terdahulu juga mengadakan kesaksian kepada Muhammadar Rosululloh namu secara
rohani.
Bagi kita Ummat di akhir zaman , jauh
lebih sempurna sebab kesaksian kita secara lahir dan batin , jasmani rohani ,
syari’at dan haqiqat. Jadi disinilah
keistimewaan ummat di akhir zaman. Diberi
keimanan yang jauh lebih sempurna syariat dan haqiqat. Jadi imannya luar dalam.
Semoga kita sudah bersyahadat luar
dalam, jasmani rohani , atau syari’at dan haqiqat.
Kita kembali kepada kajian tentang
GURU ROHANI.
Jadi singkat kata , semua ummat
manusia, akan hadir di hadrohnya allah SWT sebab dihadirkan atau diwushulkan
oleh seorang guru yang memang dipangkat sebagai guru wushul yang menempati
derajat WASHILUN.
SELAIN WASHILUN BELUM BERHAK
MEWUSHULKAN IBADAH SERTA HAJAD PARA MANUSIA.
BUKTI AYAT TENTANG WASHILUN
وَاصْبِرْ نَفْسَك مَع الَّذِين يَدْعُون رَبَّهُ بِالْغَدَوٰة وَالْعَشِىِ يُرِيدُون وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا ۖ
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَٮٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا الكهف:٢٨
Dan bersabarlah kamu bersama sama dengan
orang orang yang menyeru tuhannya dipagi dan senja hari dan mengharap
keridhoan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena
mengharapkan perhiasan dunia, serta menuruti hawa nafsunya yang perbuatannya
melampaui batas
=======
Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia dalam
menuju hadrohnya Allah diperintahkan untuk menetapkan diri dalam kesabaran
dalam menguasai hawa nafsu bersama orang yang ahli tawajjuh kepada Allah dan
menegaskan kita tidak boleh memalingkan pandangan mata kepada keduniaan. Kita
dilarang melirik dunia. Yang maksudnya , dalam ajaran Wahidiyah menerapkan
YUKTI KULLA DZI HAQQIN HAQQOH. Yaitu mengisi segala
bidang haq dalam kehidupan. Kita mengurusi urusan dunia atau harta, bukan untuk
mencari kekayaan tetapi untuk memenuhi segala urusan kehidupan yang memang
seharusnya berhubungan dengan dunia atau harta.
Kita mengurusi anak sebab
kewajiban orang tua kepada anak sesuai kebutuhan dalam mendekatkan diri kepada
Allah. Jadi maksudnya semua urusan di dunia ini kita manfaatkan untuk sebesar
besarnya dalam mendekat kepada Allah.
TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA FAL ANFA’
: yaitu mementingkan urusan yang paling penting
di segala bidang dengan memilih yang paling bermanfaat dalam urusan
mendekat kepada Allah. Seperti bekerja mencari nafkah untuk keluarga juga
diperintah Allah. Berhubungan dengan sesame sebagai mahluk social juga penting
dan bermanfaat dan lain sebagainya. Jadi apapun aktifitas kita , kita
manfaatkan sebagai sarana mendekat kepada Allah dan Rosulnya. Dari sekian
banyak bidang tersebut sudah ada tuntunan dan aturannya.
Sebab begitu banyaknya urusan dalam kehidupan
, maka jika kita tidak dibimbing oleh seorang guru rohani , kita akan mudah
sekali tergelincir kepada hal hal yang tidak haq, tidak penting dan tidak bebermanfaat.
Oleh sebab itu Allah menegaskan seperti dalam
ayat tersebut, di samping itu juga masih banyak hadits hadits Rosululloh SAW
tentang kewajiban berguru secara rohani.
Semoga sekelumit kajian ini akan menjadikan
sebab kita terbuka kesadaran bahwa kita memang wajib berguru. Banyak kitab
kitab yang menekankan kita untuk berguru dan selama kita belum menemukan seorang
guru pembimbing rohani , maka selama itu pula ibadah kita masih didampingi
syetan namun tidak merasa. Orang yang belum ma’rifat , ibadahnya masih
kecampuran nafsu. Satu detik kita menuruti hawa nafsu, di situ syetan siap
menangkap kita. Maka memandang secara ru’yu kepada guru itu akan menjadikan
sebab nadhroh beliau RA senantiasa memancar kedalam hati kita dan menerangi
hati kita, mengawasi hati kita agar tidak sampai berlarut larut mengikuti nafsu
sehingga dirangkul oleh syetan.
Semoga kita diberi esempatan dilain waktu
untuk mengkaji lebih jauh tentang berguru serta membuktikan betul akan
keberadaan seorang Washilun yang mewushulkan segala gerak gerik hati kita.
Aamiin
Wassalamu ’alaikum wr wb
Komentar