DOSA SYIRIK MENJADI PENGHALANG DAN KEBENCIAN ALLAH
TIADA HAL YANG PALING MENGERIKAN KECUALI DOSA SYIRIK
Bismillahir rohmaanir rohiim
Assalamu`alaikum wr wb.
Ucapan syukur kita haturkan kepada Allah atas kesempatan yang diberikan kepada kita hingga bisa mengkaji dan mengoreksi diri kita sendiri tentang dosa dosa kita terutama dosa syirik.
Sholawat salam kita haturkan ke pangkuan baginda agung Rosulillah SAW, wa `ala aalihim, wa ashaabihim wadzurriyatihim wa jamii`il anbiya wal mursalin wa malaikatil muqorrobiin alaihimus sholatu was salam wa jami`il aqthob khushushon Ghoutsi Hadzaz Zaman RA .
Dengan penuh harap semoga semua kekasih Allah tersebut senantiasa menjangkung do`a restunya hingga kajian ini menjadi sebab yang kuat kita semua diberi peningkatan khususnya bidang iman hingga kita semua memperoleh ridho Allah SWT.
Pada dasarnya, semua yang lahir ke dunia ini dalam keadaan fitrah. Suci tanpa dosa. Model apapun kelahiran itu. Dari golongan apapun dia, bangsa apapun dia, agama apapun dia, semua sama dalam keadaan suci dari dosa dosa. Tidak ada dosa bawaan. Jika leluhur kita berbuat berdosa, mereka menanggungnya sendiri akibat perbuatannya di masa lalu. Mereka juga akan diampuni bagi sebagian yang dikehendaki Allah kecuali dosa syirik yang tidak akan diampuni.
Semoga baginda Rosul SAW berkenan menuntun kita semua hingga dosa dosa kita diampuni.
Semua manusia yang awalnya dalam keadaan suci dari dosa, kemudian dia menjeromoskan diri berbuat hal hal yang tidak diridhoi oleh Allah. Dia berbuat dosa kepada Allah, berbuat dosa kepada para kekasih Allah, berbuat dosa kepada orang tua, kepada keluarga, juga berbuat dosa kepada ciptaan Allah pada umumnya.
Semua pelaku dosa tempatnya di neraka. Mereka disiksa hingga waktu yang dikehendaki. Neraka memang diciptakan bagi pelaku dosa.
Dalam kajian ini, bukan soal neraka atau surga yang jadi persoalan. Akan tetapi TERHALANGNYA KITA KEPADA ALLAH di dunia maupun akhirat.
Terhalang kepada Allah itu sebenarnya sudah merupakan neraka bagi orang yang ingin mendekat kepada Allah.
Surga atau neraka umumnya menjadi tujuan pokok kelak di akhirat. Namun bagi salikun au muridun apalagi arifun Billah, surga neraka bukan menjadi acara. Tujuan utamanya adalah dekat kepada Allah(TAQORRUBAN ILALLOH). Sebab surga atau neraka itu hanya buah dari amal manusia itu sendiri. Sementara keridhaan Allah menjadi puncak dalam sebuah pendekatan ilalloh. Hingga tidak ada dosa sama sekali yang dilakukan.
Dosa itu menjadi sebab murka Allah. Bahkan menjadi sebab kebencian Allah bagi pelaku dosa.
Disamping itu dosa merupakan kotoran yang mengotori diri manusia itu sendiri hingga terhalang kepada Allah. Dosa itu akan selamanya menjadi hijab ( penghalang ) kepada Allah selama belum diampuni. Ibadah manusia ditolak sebab dosa dosanya. Dia tidak bisa masuk dihadrohnya Allah selama 40 hari kecuali bertaubat dengan sungguh sungguh.
Manusia yang tidak ada di hadrohnya Allah, hidupnya diatur oleh dirinya sendiri namun tidak disadari. Bagi yang menyadari sudah merupakan neraka dan siksa yang sangat pedih. Dia berada di NARUL BIAD ( NERAKA JAUH DARI ALLAH). Tidak ada pertolongan bagi pelaku dosa.
Dosa itu sebuah penyimpangan dari qodrat ( sifat kuasa ) dan ketetapan Allah yang mestinya tanpa campur tangan mahluk. Mahluk tidak bisa memiliki sifat Allah walau hanya secuil. Ketika ada seseorang merasa memiliki kekuasaan walau hanya sedikit, pasti dia sudah menggunakan sifat kuasa Allah untuk dirinya.
Dosa itu sebuah pengalihan fungsi dari irodat ( kehendak ). Manusia itu hanya diberi. Jika dia menghendaki sesuatu, sebab diberi keinginan. Sebenarnya, manusia itu tidak memiliki kehendak maupun keinginan apapun.
Dosa itu akibat sebuah pencederaan sifat sifat Allah. Jika salah satu sifat Allah itu dimiliki oleh mahluk, maka sifat Allah tidak lagi Esa. Maka manusia itu mencederai Allah sehingga Allah membencinya.
Disamping itu dosa adalah perbuatan perbuatan yang melukai jiwa mahluk yang secara tidak langsung juga melukai penciptanya yaitu Allah Azza Wa Jalla. Sebab semua mahluk itu ciptaan Allah
Maka sangat berbeda sudut pandang umum dengan golongan muqorrobuun `alaihimush sholatu was salaam.
Semoga kita diberi kesempatan untuk senantiasa mengoreksi diri kita sendiri. Kita manusia yang senantiasa Dzalim yang tentunya dzalim serta men_Dzalimi diri kita sendiri.
Jika ke_dzaliman ini tidak segera disadari dan segera memohon ampunan dengan sungguh sungguh berjanji pada diri kita sendiri tidak akan mengulanginya lagi, maka dosa dosa ini akan melekat pada diri kita hingga mengotori diri kita dan merusak jiwa bahkan raga kita sebagaimana virus virus penyakit yang sangat sulit diobati. Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.
Jika jasadnya yang mati maka selesailah perkara ini. Namun jika jiwanya yang mati, ini akan berakibat fatal. Kelihatannya hidup tapi makin banyak penyimpangan penyimpangan yang dikerjakan. Semakin lama dia hidup Makin banyak mencederai diri sendiri dan orang lain.
Secara jasmani, perbuatan dosa sangat mudah dideteksi. Jika mau meneliti, tidaklah sulit. Akan tetapi secara ruhani, perbuatan dosa sangat sulit. Banyak manusia yang kelihatannya tidak pernah berbuat dosa, akan tetapi dia melakukan penyimpangan penyimpangan. Kelihatannya senantiasa berbuat baik, akan tetapi banyak mencederai mahluknya Allah. Bahkan menjadi musuhnya Allah dan Rosulnya.
Dosa yang paling dibenci oleh Allah adalah dosa syirik. Dosa menyekutukan Allah dengan hawa nafsunya sendiri. Menuruti hawa nafsu itu Syirik. Walaupun kelihatan beribadah, tetap menuruti nafsunya supaya ini dan itu. Nilai ibadahnya kosong. Aslinya bukan ibadah tapi menuruti hawa nafsunya. Jika tidak segera disadari, maka semakin banyak ibadahnya semakin banyak kesyirikan kesyirikan yang dikerjakan. Nanti akan menyesal di hari perhitungan. Bahkan bukan hanya kosong melainkan penuh dengan kemaksiatan sebab dalam beribadah dicampuri kesyirikan serta kepentingan pribadi hingga tidak ada keihlasan sama sekali.
Ketika sholat masih membawa syirik dalam sholatnya. Ada rasa mampu mengerjakan Sholat. Ketika zakat masih ada rasa mampu membayar zakatnya. Ada rasa kuat menjalankan puasanya. Ada rasa mampu berbuat kebaikan dan lain sebagainya.
Bidang pengetahuan dan ilmu, masih merasa tahu, merasa mampu, merasa bisa, merasa kuat merasa dan semua bentuk merasa ini itu adalah syirik halus yang tidak kelihatan mata telanjang.
Maka sambil beribadah sambil berbuat dosa syirik. Ini jika tidak diberi taufiq hidayah, tetap tidak akan menyadari. Walaupun sudah kita pelajari. Bahkan kita ketahui bahwa itu syirik. Hanya sekedar tahu.
Pendek kata, kita orang awam tauhid terutama kami sendiri penuh dengan kesyirikan. Menulis tentang dosa akan tetapi tidak sadar bahwa kami sedang dikuasai hawa nafsu selama tidak berhadapan dengan Allah. Tidak sadar bahwa menulis ini pun didampingi Rosululloh.
Yaa Rosulalloh, tuntun dan didik kami. Hadapkan kami kepada Allah. Hingga tulisan ini menjadi sebuah pengabdian yang dicatat sebagai ibadah. Begitu pula siapapun yang membaca juga memperoleh tarbiyah paduka. Tanpa paduka semua akan rusak binasa di hadapan Allah.
Alfaatihah...
Orang yang dibuka kesadaran bahwa dia berbuat syirik, spontan dia akan menjerit. Dia akan melihat keadaan dirinya berada dalam jurang neraka yang dalam. Dia akan meronta mencari jalan keluar sementara tebing itu sangatlah terjal dan licin. Tidak ada jalan keluar kecuali dengan pertolongan. Tak seorangpun akan bisa memanjatnya. Hanya pertolongan Allah yang didamba. Bilakah sang penolong jiwa akan mengulurkan tangannya. Tiada waktu keculi jeritan dan rintihan. merintih sedih dan menangis. Dia sedang dalam kobaran api yang menjilat tubuhnya. Segala waktunya hanya untuk mohon pertolongan. Mohon secepat kilat dientaskan dari kobaran api. Saat itulah ujubnya hilang. Riya` (rasa ingin disanjung ) betul betul lenyap. Takabburnya musnah. Pada saat itulah pertolongan Allah datang. Yaitu Allah mengutus Rosululloh.
Manusia yang waras, yang tidak gila, pasti membutuhkan hidayah. Namun akibat banyaknya dosa, dia tidak bisa menerima hidayah.
Sebab tertutup hidayah, maka hanya pah poh ah eh oh saja. Dia lupa minta pertolongan.
Lupa bahwa Allah maha menolong. Lupa bahwa Rosululloh diutus menolong ummatnya. Sebab Allah dan Rosulnya sudah tidak ada dalam hatinya.
Sementara Allah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (an-Nisaa: 48)
Dalam hadits Qudsi Allah sangat murka sebagaimana sabdanya bahwa : " Abghodhu ilahin, `ubidad fil ardhi al hawa " sesembahan yang paling aku benci di dunia adalah hawa nafsu.
Ini menunjukkan bahwa semua berawal dari hawa nafsu. Yaitu nafsu ananiyah. Nafsu mengaku aku. Mengaku aku bisa, aku tahu aku kuat, aku ampuh, aku punya, dan semua pengakuan itu menjadi sumber kesyirikan. Semua pengakuan itu akar kebencian Allah kepada kita. Tanpa taufiq hidayah Allah, manusia akan berlarut larut dalam kesyirikan. Tanpa tarbiyah Rosululloh, manusia tidak akan lepas dari kemurkaan Allah. Semoga baginda Rosul senantiasa menuntun kita dengan Billah. " Laa haulaa walaa quwwata illa billah" tiada daya upaya kecuali billah. Hanya dengan titah Alloh yang mengutus Rosululloh SAW.
Untuk itu mari kita senantiasa mohon hidayah Allah dengan cara berhubungan ke pangkuan Rosululloh SAW.
Alhamdulillah, Amalan Sholawat Wahidiyah, diberi ridho oleh Allah menjadi alat untuk berhubungan ke pangkuan Rosululloh. Yang mana beliau Muallif Sholawat Wahidiyah, Hadrotul Mukarrom Mbah KH Abdul Madjid Ma`roef QS wa RA diperintah Allah wa Rosulihi SAW untuk membenahi iman dengan menggunakannya sebagai amalan wushul. Mulai dari redaksinya, Nadzomannya tidak ada yang menghadap Allah tanpa Rosululloh. Semuanya matur ke pangkuan Rosululloh. Do`a apapun senantiasa dengan Jahin Nabi agung Muhammad SAW.
Hidayah itu murni dari Allah. Rosululloh SAW sebagai sang penuntun jiwa mahluk. Tanpa hidayah, manusia tidak bisa melihat kesyirikan yang dikerjakan. Tiap hari menyekutukan Allah namum tidak disadari.
Wabillahi taufiq wal hidayah waminar rosul asy syafa`ah
Waminal ghouts an nafhroh wal barokah.
Wassalamu`alaikum wr wb.
Bismillahir rohmaanir rohiim
Assalamu`alaikum wr wb.
Ucapan syukur kita haturkan kepada Allah atas kesempatan yang diberikan kepada kita hingga bisa mengkaji dan mengoreksi diri kita sendiri tentang dosa dosa kita terutama dosa syirik.
Sholawat salam kita haturkan ke pangkuan baginda agung Rosulillah SAW, wa `ala aalihim, wa ashaabihim wadzurriyatihim wa jamii`il anbiya wal mursalin wa malaikatil muqorrobiin alaihimus sholatu was salam wa jami`il aqthob khushushon Ghoutsi Hadzaz Zaman RA .
Dengan penuh harap semoga semua kekasih Allah tersebut senantiasa menjangkung do`a restunya hingga kajian ini menjadi sebab yang kuat kita semua diberi peningkatan khususnya bidang iman hingga kita semua memperoleh ridho Allah SWT.
Pada dasarnya, semua yang lahir ke dunia ini dalam keadaan fitrah. Suci tanpa dosa. Model apapun kelahiran itu. Dari golongan apapun dia, bangsa apapun dia, agama apapun dia, semua sama dalam keadaan suci dari dosa dosa. Tidak ada dosa bawaan. Jika leluhur kita berbuat berdosa, mereka menanggungnya sendiri akibat perbuatannya di masa lalu. Mereka juga akan diampuni bagi sebagian yang dikehendaki Allah kecuali dosa syirik yang tidak akan diampuni.
Semoga baginda Rosul SAW berkenan menuntun kita semua hingga dosa dosa kita diampuni.
Semua manusia yang awalnya dalam keadaan suci dari dosa, kemudian dia menjeromoskan diri berbuat hal hal yang tidak diridhoi oleh Allah. Dia berbuat dosa kepada Allah, berbuat dosa kepada para kekasih Allah, berbuat dosa kepada orang tua, kepada keluarga, juga berbuat dosa kepada ciptaan Allah pada umumnya.
Semua pelaku dosa tempatnya di neraka. Mereka disiksa hingga waktu yang dikehendaki. Neraka memang diciptakan bagi pelaku dosa.
Dalam kajian ini, bukan soal neraka atau surga yang jadi persoalan. Akan tetapi TERHALANGNYA KITA KEPADA ALLAH di dunia maupun akhirat.
Terhalang kepada Allah itu sebenarnya sudah merupakan neraka bagi orang yang ingin mendekat kepada Allah.
Surga atau neraka umumnya menjadi tujuan pokok kelak di akhirat. Namun bagi salikun au muridun apalagi arifun Billah, surga neraka bukan menjadi acara. Tujuan utamanya adalah dekat kepada Allah(TAQORRUBAN ILALLOH). Sebab surga atau neraka itu hanya buah dari amal manusia itu sendiri. Sementara keridhaan Allah menjadi puncak dalam sebuah pendekatan ilalloh. Hingga tidak ada dosa sama sekali yang dilakukan.
Dosa itu menjadi sebab murka Allah. Bahkan menjadi sebab kebencian Allah bagi pelaku dosa.
Disamping itu dosa merupakan kotoran yang mengotori diri manusia itu sendiri hingga terhalang kepada Allah. Dosa itu akan selamanya menjadi hijab ( penghalang ) kepada Allah selama belum diampuni. Ibadah manusia ditolak sebab dosa dosanya. Dia tidak bisa masuk dihadrohnya Allah selama 40 hari kecuali bertaubat dengan sungguh sungguh.
Manusia yang tidak ada di hadrohnya Allah, hidupnya diatur oleh dirinya sendiri namun tidak disadari. Bagi yang menyadari sudah merupakan neraka dan siksa yang sangat pedih. Dia berada di NARUL BIAD ( NERAKA JAUH DARI ALLAH). Tidak ada pertolongan bagi pelaku dosa.
Dosa itu sebuah penyimpangan dari qodrat ( sifat kuasa ) dan ketetapan Allah yang mestinya tanpa campur tangan mahluk. Mahluk tidak bisa memiliki sifat Allah walau hanya secuil. Ketika ada seseorang merasa memiliki kekuasaan walau hanya sedikit, pasti dia sudah menggunakan sifat kuasa Allah untuk dirinya.
Dosa itu sebuah pengalihan fungsi dari irodat ( kehendak ). Manusia itu hanya diberi. Jika dia menghendaki sesuatu, sebab diberi keinginan. Sebenarnya, manusia itu tidak memiliki kehendak maupun keinginan apapun.
Dosa itu akibat sebuah pencederaan sifat sifat Allah. Jika salah satu sifat Allah itu dimiliki oleh mahluk, maka sifat Allah tidak lagi Esa. Maka manusia itu mencederai Allah sehingga Allah membencinya.
Disamping itu dosa adalah perbuatan perbuatan yang melukai jiwa mahluk yang secara tidak langsung juga melukai penciptanya yaitu Allah Azza Wa Jalla. Sebab semua mahluk itu ciptaan Allah
Maka sangat berbeda sudut pandang umum dengan golongan muqorrobuun `alaihimush sholatu was salaam.
Semoga kita diberi kesempatan untuk senantiasa mengoreksi diri kita sendiri. Kita manusia yang senantiasa Dzalim yang tentunya dzalim serta men_Dzalimi diri kita sendiri.
Jika ke_dzaliman ini tidak segera disadari dan segera memohon ampunan dengan sungguh sungguh berjanji pada diri kita sendiri tidak akan mengulanginya lagi, maka dosa dosa ini akan melekat pada diri kita hingga mengotori diri kita dan merusak jiwa bahkan raga kita sebagaimana virus virus penyakit yang sangat sulit diobati. Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.
Jika jasadnya yang mati maka selesailah perkara ini. Namun jika jiwanya yang mati, ini akan berakibat fatal. Kelihatannya hidup tapi makin banyak penyimpangan penyimpangan yang dikerjakan. Semakin lama dia hidup Makin banyak mencederai diri sendiri dan orang lain.
Secara jasmani, perbuatan dosa sangat mudah dideteksi. Jika mau meneliti, tidaklah sulit. Akan tetapi secara ruhani, perbuatan dosa sangat sulit. Banyak manusia yang kelihatannya tidak pernah berbuat dosa, akan tetapi dia melakukan penyimpangan penyimpangan. Kelihatannya senantiasa berbuat baik, akan tetapi banyak mencederai mahluknya Allah. Bahkan menjadi musuhnya Allah dan Rosulnya.
Dosa yang paling dibenci oleh Allah adalah dosa syirik. Dosa menyekutukan Allah dengan hawa nafsunya sendiri. Menuruti hawa nafsu itu Syirik. Walaupun kelihatan beribadah, tetap menuruti nafsunya supaya ini dan itu. Nilai ibadahnya kosong. Aslinya bukan ibadah tapi menuruti hawa nafsunya. Jika tidak segera disadari, maka semakin banyak ibadahnya semakin banyak kesyirikan kesyirikan yang dikerjakan. Nanti akan menyesal di hari perhitungan. Bahkan bukan hanya kosong melainkan penuh dengan kemaksiatan sebab dalam beribadah dicampuri kesyirikan serta kepentingan pribadi hingga tidak ada keihlasan sama sekali.
Ketika sholat masih membawa syirik dalam sholatnya. Ada rasa mampu mengerjakan Sholat. Ketika zakat masih ada rasa mampu membayar zakatnya. Ada rasa kuat menjalankan puasanya. Ada rasa mampu berbuat kebaikan dan lain sebagainya.
Bidang pengetahuan dan ilmu, masih merasa tahu, merasa mampu, merasa bisa, merasa kuat merasa dan semua bentuk merasa ini itu adalah syirik halus yang tidak kelihatan mata telanjang.
Maka sambil beribadah sambil berbuat dosa syirik. Ini jika tidak diberi taufiq hidayah, tetap tidak akan menyadari. Walaupun sudah kita pelajari. Bahkan kita ketahui bahwa itu syirik. Hanya sekedar tahu.
Pendek kata, kita orang awam tauhid terutama kami sendiri penuh dengan kesyirikan. Menulis tentang dosa akan tetapi tidak sadar bahwa kami sedang dikuasai hawa nafsu selama tidak berhadapan dengan Allah. Tidak sadar bahwa menulis ini pun didampingi Rosululloh.
Yaa Rosulalloh, tuntun dan didik kami. Hadapkan kami kepada Allah. Hingga tulisan ini menjadi sebuah pengabdian yang dicatat sebagai ibadah. Begitu pula siapapun yang membaca juga memperoleh tarbiyah paduka. Tanpa paduka semua akan rusak binasa di hadapan Allah.
Alfaatihah...
Orang yang dibuka kesadaran bahwa dia berbuat syirik, spontan dia akan menjerit. Dia akan melihat keadaan dirinya berada dalam jurang neraka yang dalam. Dia akan meronta mencari jalan keluar sementara tebing itu sangatlah terjal dan licin. Tidak ada jalan keluar kecuali dengan pertolongan. Tak seorangpun akan bisa memanjatnya. Hanya pertolongan Allah yang didamba. Bilakah sang penolong jiwa akan mengulurkan tangannya. Tiada waktu keculi jeritan dan rintihan. merintih sedih dan menangis. Dia sedang dalam kobaran api yang menjilat tubuhnya. Segala waktunya hanya untuk mohon pertolongan. Mohon secepat kilat dientaskan dari kobaran api. Saat itulah ujubnya hilang. Riya` (rasa ingin disanjung ) betul betul lenyap. Takabburnya musnah. Pada saat itulah pertolongan Allah datang. Yaitu Allah mengutus Rosululloh.
Manusia yang waras, yang tidak gila, pasti membutuhkan hidayah. Namun akibat banyaknya dosa, dia tidak bisa menerima hidayah.
Sebab tertutup hidayah, maka hanya pah poh ah eh oh saja. Dia lupa minta pertolongan.
Lupa bahwa Allah maha menolong. Lupa bahwa Rosululloh diutus menolong ummatnya. Sebab Allah dan Rosulnya sudah tidak ada dalam hatinya.
Sementara Allah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (an-Nisaa: 48)
Dalam hadits Qudsi Allah sangat murka sebagaimana sabdanya bahwa : " Abghodhu ilahin, `ubidad fil ardhi al hawa " sesembahan yang paling aku benci di dunia adalah hawa nafsu.
Ini menunjukkan bahwa semua berawal dari hawa nafsu. Yaitu nafsu ananiyah. Nafsu mengaku aku. Mengaku aku bisa, aku tahu aku kuat, aku ampuh, aku punya, dan semua pengakuan itu menjadi sumber kesyirikan. Semua pengakuan itu akar kebencian Allah kepada kita. Tanpa taufiq hidayah Allah, manusia akan berlarut larut dalam kesyirikan. Tanpa tarbiyah Rosululloh, manusia tidak akan lepas dari kemurkaan Allah. Semoga baginda Rosul senantiasa menuntun kita dengan Billah. " Laa haulaa walaa quwwata illa billah" tiada daya upaya kecuali billah. Hanya dengan titah Alloh yang mengutus Rosululloh SAW.
Untuk itu mari kita senantiasa mohon hidayah Allah dengan cara berhubungan ke pangkuan Rosululloh SAW.
Alhamdulillah, Amalan Sholawat Wahidiyah, diberi ridho oleh Allah menjadi alat untuk berhubungan ke pangkuan Rosululloh. Yang mana beliau Muallif Sholawat Wahidiyah, Hadrotul Mukarrom Mbah KH Abdul Madjid Ma`roef QS wa RA diperintah Allah wa Rosulihi SAW untuk membenahi iman dengan menggunakannya sebagai amalan wushul. Mulai dari redaksinya, Nadzomannya tidak ada yang menghadap Allah tanpa Rosululloh. Semuanya matur ke pangkuan Rosululloh. Do`a apapun senantiasa dengan Jahin Nabi agung Muhammad SAW.
Hidayah itu murni dari Allah. Rosululloh SAW sebagai sang penuntun jiwa mahluk. Tanpa hidayah, manusia tidak bisa melihat kesyirikan yang dikerjakan. Tiap hari menyekutukan Allah namum tidak disadari.
Wabillahi taufiq wal hidayah waminar rosul asy syafa`ah
Waminal ghouts an nafhroh wal barokah.
Wassalamu`alaikum wr wb.
Komentar