ORANG BERTAUHID PASTI BERTEMU ROSULULLOH SAW
Bismillahir rohmaanir rohiim.
Assalamu `alaikum wr wb
Pada dasarnya sifat Allah tidak terbatas. Sifat Alwahidu ( sifat tunggal ) itu sebanyak semua bilangan mahluk yang hanya Allah mengetahuinya.
Dalam tataran ilmu tauhid, kaum muslimin diperkenalkan sifat Allah yang wajib diketahui.
Juga diperkenalkan dengan Asma Asma Allah Yang Baik sebagaimana Allah menuangkan dalam ayat suci Alqur`an yang dikenal dengam asmaul husna.
Semua sifat sifat Allah dan Asma Asma yang dikenalkan melalui beliau SAW serta semua sifat Allah yang lain yang tidak diperkenalkan kepada orang kecuali Rosululloh SAW . Semuanya terrangkum dalam sifat Alwahidu.
Rosululloh Shollallohu `Alaihi Wasallam diutus untuk merahmati seluruh alam.
Secara global alam itu ada tiga macam alam. Yaitu ALAM DULU, ALAM SEKARANG DAN ALAM NANTI.
Hal ini merupakan rukun iman. Yaitu iman bi yaumil ahir. Jika iman kepada alam ahir, pasti ada alam awal yang sudah barang tentu ada alam tengah atau sekarang. Yang kesemuanya itu sifat Allah ( Alwahidu )
Alwahidu itu sendiri merupakan Nur Nur alam semesta. Secara singkat dan padat disebut Nur Langit dan bumi.
Allah menggunakan istilah langit, sebab pemahaman bangsa yahudi saat itu. Begitu juga pemahaman kaum nasrani saat itu menekankan bahwa Allah itu merupakan Ruh yang bersemayam di langit. Yang tentunya bukan langit yang di pahami oleh manusia sekarang pada umumnya. Arti langit bagi manusia zaman sekarang lebih bermakna majasi. Lebih diartikan sebuah tempat yang bisa dibayangkan oleh akal fikiran. Lebih bermakna kebendaan. Dalam wujud ruang yang memiliki masa dan waktu.
Ahirnya secara syariat Allah mengutus seorang hamba pilihannya Muhammad Rosululloh SAW. Untuk meluruskan bahkan memperbaiki. Artinya, sebelumnya sudah benar namun oleh perubahan zaman maka perlu dierbaiki. Bukan dihapus.
Secara syariat, beliau diutus untuk " UTAMMIMA MAKARIMAL AHLAQ"
Secara haqiqat, beliau diutus untuk
" RAHMATAN LIL `ALAMIN "
Secara jasmani, manusia zaman sekarang tidak bisa bertemu Rosululloh SAW. Hanya dengan ruhani manusia bertemu beliau SAW. Begitu juga kepada Allah Azza Wajalla.
Jika manusia melihat langit dan bumi menggunakan pikirannya, maka manusia itu melihat banda dan akan tertutup oleh benda dan tidak bisa melihat yang menjadi sebab adanya benda. Atau bahasa lain manusia terhalang oleh Nur. Apalagi kepada Dzat Allah.
Kita patut bersyukur dikenalkan dengan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya. Banyak saudara pengamal yang bersungguh sungguh, setapak demi setapak tersingkap berbagai nur nur yang menjadi sebab meningkatnya keimanan hingga diberi Iman Billah. Sisamping Lillah. Pengamal Sholawat Wahidiyah diberi Birrosul disamping melaksanakan Lirrosul.
Sebagai koreksi bersama, jika hingga saat ini kita terutama kami yang senantiasa Dzalim ini belum bertemu Rosululloh, ini memberi signal bahwa kita terutama kami belum bertauhid. Jika kita mengkaji tauhid, ini masih tingkat cerita tentang tauhid. Jika kita mengucapkan kalimah Allah, ini masih tingkat sebutan tentang Nama yang katanya Asma Allah atau cerita tentang sifat Allah namun masih terhalang oleh sifat Allah.
Selama masih menggunakan pikirannya, manusia akan terhalang oleh ilmunya.
Semoga dengan bersungguh sungguh mengamalkan amalan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya, kita betul betul dituntun oleh Rosululloh SAW. Hingga kita dibuka kesadaran kepada Allah SWT.
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu `alaikum wr wb.
Assalamu `alaikum wr wb
Pada dasarnya sifat Allah tidak terbatas. Sifat Alwahidu ( sifat tunggal ) itu sebanyak semua bilangan mahluk yang hanya Allah mengetahuinya.
Dalam tataran ilmu tauhid, kaum muslimin diperkenalkan sifat Allah yang wajib diketahui.
Juga diperkenalkan dengan Asma Asma Allah Yang Baik sebagaimana Allah menuangkan dalam ayat suci Alqur`an yang dikenal dengam asmaul husna.
Semua sifat sifat Allah dan Asma Asma yang dikenalkan melalui beliau SAW serta semua sifat Allah yang lain yang tidak diperkenalkan kepada orang kecuali Rosululloh SAW . Semuanya terrangkum dalam sifat Alwahidu.
Rosululloh Shollallohu `Alaihi Wasallam diutus untuk merahmati seluruh alam.
Secara global alam itu ada tiga macam alam. Yaitu ALAM DULU, ALAM SEKARANG DAN ALAM NANTI.
Hal ini merupakan rukun iman. Yaitu iman bi yaumil ahir. Jika iman kepada alam ahir, pasti ada alam awal yang sudah barang tentu ada alam tengah atau sekarang. Yang kesemuanya itu sifat Allah ( Alwahidu )
Alwahidu itu sendiri merupakan Nur Nur alam semesta. Secara singkat dan padat disebut Nur Langit dan bumi.
Allah menggunakan istilah langit, sebab pemahaman bangsa yahudi saat itu. Begitu juga pemahaman kaum nasrani saat itu menekankan bahwa Allah itu merupakan Ruh yang bersemayam di langit. Yang tentunya bukan langit yang di pahami oleh manusia sekarang pada umumnya. Arti langit bagi manusia zaman sekarang lebih bermakna majasi. Lebih diartikan sebuah tempat yang bisa dibayangkan oleh akal fikiran. Lebih bermakna kebendaan. Dalam wujud ruang yang memiliki masa dan waktu.
Ahirnya secara syariat Allah mengutus seorang hamba pilihannya Muhammad Rosululloh SAW. Untuk meluruskan bahkan memperbaiki. Artinya, sebelumnya sudah benar namun oleh perubahan zaman maka perlu dierbaiki. Bukan dihapus.
Secara syariat, beliau diutus untuk " UTAMMIMA MAKARIMAL AHLAQ"
Secara haqiqat, beliau diutus untuk
" RAHMATAN LIL `ALAMIN "
Secara jasmani, manusia zaman sekarang tidak bisa bertemu Rosululloh SAW. Hanya dengan ruhani manusia bertemu beliau SAW. Begitu juga kepada Allah Azza Wajalla.
Jika manusia melihat langit dan bumi menggunakan pikirannya, maka manusia itu melihat banda dan akan tertutup oleh benda dan tidak bisa melihat yang menjadi sebab adanya benda. Atau bahasa lain manusia terhalang oleh Nur. Apalagi kepada Dzat Allah.
Kita patut bersyukur dikenalkan dengan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya. Banyak saudara pengamal yang bersungguh sungguh, setapak demi setapak tersingkap berbagai nur nur yang menjadi sebab meningkatnya keimanan hingga diberi Iman Billah. Sisamping Lillah. Pengamal Sholawat Wahidiyah diberi Birrosul disamping melaksanakan Lirrosul.
Sebagai koreksi bersama, jika hingga saat ini kita terutama kami yang senantiasa Dzalim ini belum bertemu Rosululloh, ini memberi signal bahwa kita terutama kami belum bertauhid. Jika kita mengkaji tauhid, ini masih tingkat cerita tentang tauhid. Jika kita mengucapkan kalimah Allah, ini masih tingkat sebutan tentang Nama yang katanya Asma Allah atau cerita tentang sifat Allah namun masih terhalang oleh sifat Allah.
Selama masih menggunakan pikirannya, manusia akan terhalang oleh ilmunya.
Semoga dengan bersungguh sungguh mengamalkan amalan Sholawat Wahidiyah dan ajarannya, kita betul betul dituntun oleh Rosululloh SAW. Hingga kita dibuka kesadaran kepada Allah SWT.
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu `alaikum wr wb.
Komentar